Siti Kartini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
LANTUNAN CINTA BAPAK DAN IBU

LANTUNAN CINTA BAPAK DAN IBU

Pukul 05:00 wib, aku mendengar bapakku sedang mengaji di tempat sholat. Sebelumnya, sejak pukul 22:00 wib beliau memang mengaji, lalu meneruskannya setelah sholat subuh tadi. Aku mendengarkan suara merdu dari beliau yang sedang mengaji, rasanya hati ini damai sekali mendengarkan ayat suci Al-Quran. Apalagi jika itu beliau yang membacanya.

Memang, beliau sangat sering membaca. Bahkan, bukan hanya Al-Qur'an saja yang dibaca, tapi juga buku-buku tentang keagamaan. Waktu itu, aku pernah bertanya kepada beliau "bapak kenapa selalu baca buku?", beliau menjawab " karna menuntut ilmu itu tidak ada batasnya sampai akhir hayat".

Aku tersentuh, walaupun beliau sudah lanjut usia, tapi beliau tetap semangat dalam membaca buku. Sebagai anak aku sedikit malu, beliau rajin membaca buku, berbanding terbalik dengan diriku. Padahal, beliau selalu mengingatkanku agar selalu membaca buku, agar bertambah ilmu pengetahuan, dan tidak lupa untuk membaca Al-Qur'an agar bertambah keimanan.

Kini, aku sudah mau untuk selalu membaca buku. Ternyata seru juga ya membaca buku hehe. Pukul 06:00 wib beliau sudah selesai mengaji. Setiap beliau mengaji aku selalu mendengarkannya dikamar, karna tempat sholat dan kamarku berhadapan jadi setiap beliau mengaji selalu terdengar sampai ke kamarku. Karena suaranya yang sangat merdu, aku yang mendengarkannya sampai tertidur pulas hehe.

Sebelum beliau mengaji, aku sempat mengaji dikamar. Aku ingin hatam Al-Qur'an dibulan ramadhan ini dan meningkatkan iman dan Islam ku. Aku sangat bangga, memiliki bapak yang pintar mengaji dan ilmu agama, yang sangat rajin dalam beribadah yang wajib maupun sunah. Beliau selalu melaksanakannya tepat waktu. Aku ingin mengikuti langkah beliau yang sangat rajin dalam beribadah dan tidak pernah meninggalkan kewajibannya.

Aku salut dengan beliau yang mampu memimpin rumah tangga dengan baik dan mengajarkan anak-anaknya agama Islam. Iya, bapak dan ibuku yang menuntun anaknya untuk mau tinggal di pondok pesantren. Alasannya agar anak-anaknya mandiri, tidak tergantung pada orang tua, bisa mengaji dan lebih mengetahui ilmu agama, agar kelak anaknya bisa kembali menyebarkannya kepada oranglain .

Terima kasih bapak ibu, yang tak kenal kata lelah untuk mendidik dan mengajarkan yang terbaik untuk anak anakmu. Kini, anak anakmu sudah tumbuh dewasa dan mengerti tentang agama. Apa yang bapak ibu ajarkan, sekarang anakmu sudah mampu menjadi guru yang mengajarkan tentang agama dan ilmu pengetahuan kepada anak didiknya.

Semoga Allah senantiasa melindungi dan melimpahkan Rahmat kepadamu. Aamiin

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search